Menang Pemilihan Senat, Chris Pappas Jadi Senator Gay Pertama AS

CNN Indonesia
Rabu, 04 Nov 2026 12:40 WIB
Democratic US Senate candidate for New Hampshire Chris Pappas greets supporters in Nashua, New Hampshire, October 17, 2026. Pappas is running for the Senate seat being vacated by the retiring US Senator Jeanne Shaheen. Americans voting in the Novembe
Politikus Partai Demokrat, Chris Pappas, memenangkan pemilihan Senat yang berlangsung berbarengan dengan pemilihan sela Amerika Serikat pada Selasa (3/11). (Foto: AFP/JOSEPH PREZIOSO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Politikus Partai Demokrat, Chris Pappas, memenangkan pemilihan senator negara bagian New Hampshire yang berlangsung berbarengan dengan pemilihan sela Amerika Serikat pada Selasa (3/11).

Ia secara terbuka menjadi pria gay pertama yang menjabat di Senat AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pappas mengalahkan mantan senator dari Partai Republik, John Sununu, untuk mempertahankan kursi Senat New Hampshire di tangan Partai Demokrat, menurut proyeksi media AS.

Anggota DPR berusia 46 tahun itu telah menjabat di Dewan Perwakilan sejak 2018 dan merupakan ketua bersama Congressional Equality Caucus.

"Tidak seorang pun boleh mengalami diskriminasi karena siapa diri mereka atau siapa yang mereka cintai," tulis Pappas di situs webnya dikutip AFP.

"Saya berkomitmen untuk memperjuangkan martabat dan kesetaraan seluruh warga Amerika."

Human Rights Campaign (HRC), organisasi besar yang memperjuangkan hak-hak komunitas LGBTQ dan mendukung Pappas dalam pemilihan ini, menyambut kemenangan bersejarah tersebut. 

HRC menyebut kemenangan Pappas di kontestasi Senat AS sebagai "pejuang kesetaraan yang berdedikasi".

"Kami siap terus memperjuangkan hak setiap warga Granite State bersamanya," kata HRC, merujuk pada julukan negara bagian New Hampshire.

Organisasi advokasi LGBTQ lainnya, GLAAD, juga mengucapkan selamat kepada Pappas atas kemenangannya dan mengatakan bahwa ia "sedang mencetak sejarah".

Pemilu sela AS akan menentukan apakah Partai Republik tetap menguasai Kongres sekaligus membentuk arah sisa masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump.

Namun, sejumlah jajak pendapat menunjukkan Partai Demokrat berpeluang besar merebut mayoritas kursi DPR dan bahkan mungkin Senat, di tengah kemarahan warga AS terhadap kondisi perekonomian dan perang melawan Iran.

(rds)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA