Demokrat Menang Pemilu Sela AS, Apa Artinya Buat Trump?
CNN Indonesia
Kamis, 05 Nov 2026 10:31 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Partai Demokrat berhasil memenangkan pemilihan sela (midterm election) AS dan meraih kendali penuh atas dua majelis tertinggi Kongres, Senat & Dewan Perwakilan. (Foto: (AFP/GAVRIIL GRIGOROV)
Jakarta, CNN Indonesia --
Partai Demokrat berhasil memenangkan pemilu sela(midterm election)Amerika Serikatdengan meraih kendali penuh atas dua majelis tertinggi Kongres, Senat dan Dewan Perwakilan, Selasa (3/11).
Kekalahan ini menjadi pukulan keras bagi Presiden AS Donald Trump dan Partai Republik, bahkan skenario terburuk sang presiden.
Trump bahkan dinilai harus mulai menerima kenyataan jika dirinya dicap sebagai lame duck president atau presiden yang kehilangan pengaruh politiknya gegara hasil pemilu sela AS ini.
Per Kamis (5/11) pagi WIB, penghitungan suara CNN mencatat Demokrat telah meraup 245 kursi Dewan Perwakilan AS, sementara Republik mengamankan 145 kursi saja.
Sementara itu, Demokrat meraih 54 kursi Senat dan Republik meraup 44 kursi Senat.
Dengan hasil tersebut, Demokrat menguasai Dewan Perwakilan dan Senat AS, apa artinya bagi Trump?
Jika Partai Republik menang, Trump berpotensi kembali menghabiskan dua tahun sisa kepresidenannya ini dengan mulus, terutama saat harus berhadapan dengan Kongres.
Namun, karena partai Demokrat ternyata meraih kendali penuh bahkan di kedua majelis tertinggi Kongres (Senat dan Dewan Perwakilan), sisa agenda legislatif Trump dipastikan akan sangat terhambat. Bahkan, fungsi-fungsi dasar pemerintahan pun berisiko mengalami kebuntuan.
Dengan situasi saat ini, proses pengambilan kebijakan di Washington akan menghadapi kebuntuan yang jauh lebih besar.
Trump pasti membutuhkan dukungan bipartisan untuk meloloskan undang-undang, terutama yang berseberangan dengan Demokrat.
Akibatnya, sejumlah RUU yang wajib disahkan akan menjadi semakin penting sekaligus semakin memicu perselisihan.
Dalam Kongres yang terbelah, partai yang tidak menguasai Gedung Putih biasanya memanfaatkan momentum pembahasan pendanaan pemerintah dan kenaikan plafon utang untuk menekan partai mayoritas agar memberikan konsesi. Praktik ini dapat mendorong kedua pihak ke ambang konfrontasi politik.
Arti Hasil Pemilu Sela AS Bagi Trump
(Foto: (AFP/Andrew Caballero-Reynolds)
Terancam diselidiki hingga hadapi pemakzulan
Dikutip NBC News, Partai Demokrat juga secara luas diperkirakan akan meluncurkan penyelidikan terhadap Trump, Gedung Putih, dan perusahaan-perusahaan yang pernah bekerja sama dengan pemerintahan Trump. Sebab, selama ini Trump telah dirundung beberapa kontroversi hingga dugaan terlibat tindakan ilegal.
Partai mayoritas, dalam hal ini, Demokrat, memiliki kewenangan untuk mengeluarkan surat panggilan paksa (subpoena) melalui komite-komite Kongres.
Dikutip CNN, Partai Demokrat telah menegaskan bahwa mereka akan memanfaatkan mayoritas di Kongres untuk mengeluarkan surat panggilan paksa dan menggelar sidang yang berfokus pada tindakan Trump beserta para sekutunya.
Selain itu, Trump juga kemungkinan bisa menghadapi upaya pemakzulannya lagi yang kali ini bisa lebih sulit diredam.
Di periode pertamanya sebagai presiden AS, Trump telah dimakzulkan sebanyak 2 kali oleh Dewan Perwakilan.
Meskipun didakwa pemakzulan sebanyak dua kali oleh DPR AS, Trump saat itu dibebaskan dalam kedua proses peradilan di Senat AS sehingga ia tidak pernah dilengserkan dari jabatannya melalui mekanisme tersebut.
Agenda perang Iran terganggu
Sisa waktu sebelum 2027 di mulai menjadi periode yang sangat menentukan soal perang AS ke Iran. Sebab, Demokrat baru akan resmi mengambil alih kendali Senat pada 3 Januari.
Selama ini, Demokrat vokal mengkritik keras perang Trump terhadap Iran.
Partai itu pun diprediksi berpotensi menghalangi pengucuran dana tambahan untuk membiayai perang Trump ke Iran di masa depan.
Meski begitu, Wakil Presiden Eksekutif Quincy Institute for Responsible Statecraft, Tirta Parsi, memprediksi Demokrat cenderung tidak akan menahan pendanaan militer karena khawatir dituduh melemahkan pasukan Amerika Serikat.
Meski demikian, ada sejumlah langkah lain yang dapat ditempuh Demokrat untuk meningkatkan tekanan agar perang segera diakhiri. Sebagai contoh, mereka dapat memanfaatkan kendali atas Senat untuk menyelidiki perang tersebut, termasuk memeriksa apakah pemerintahan Trump telah mematuhi aturan hukum dalam melancarkan serangan-serangannya.
Belum jelas apakah Partai Demokrat akan bersatu mendukung upaya untuk membatasi perang tersebut.