Presiden Israel Isaac Herzog telah menerima hasil resmi pemilihan umum (pemilu) parlemen dan kini mengumpulkan partai-partai pemenang untuk membahas pembentukan pemerintahan baru.
Dilansir dari Al Jazeera, Herzog menerima hasil pemilu pada Rabu (4/11) dari Komite Pemilu Pusat dan langsung memanggil para pemimpin partai yang lolos untuk memulai konsultasi.
Di Israel, presiden akan mengumpulkan para ketua partai pemenang usai menerima hasil pemilu. Presiden akan berembuk mengenai siapa saja yang dapat dicalonkan sebagai perdana menteri (PM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herzog harus menunjuk salah satu calon PM pada 10 November, dan kandidat yang ditunjuk harus membentuk kabinet dalam waktu 28 hari. Apabila tenggat waktu tersebut kurang, kandidat dapat diberi waktu tambahan maksimal 14 hari.
Jika kandidat gagal membentuk kabinet, presiden akan mengalihkan mandat kepada kandidat lain. Namun, jika semua upaya tersebut pada akhirnya gagal membentuk pemerintahan, Israel harus menggelar pemilu ulang.
Pada Rabu, Herzog mengumumkan bahwa ia bertemu dengan perwakilan dari faksi Religious Zionism-Zehut, Shas, dan Yisrael Beytenu. Pertemuan tersebut rampung pada malam hari dan akan berlanjut pada Kamis (5/11).
Delapan partai lain, termasuk dua faksi Arab, dijadwalkan bertemu dengan Herzog pada Kamis ini. Partai Yashar pimpinan eks panglima militer Gadi Eisenkot dan Partai Likud milik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sementara itu akan jadi yang paling terakhir ditemui.
Pada pemilu 27 Oktober lalu, blok Netanyahu memenangkan 53 kursi, sedangkan blok Eisenkot memperoleh 48 kursi. Tidak ada satu pun yang berhasil mengamankan 61 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan.
Kebuntuan ini bisa terpecah jika salah satu dari kedua kubu bersekutu dengan partai Arab. Partai Arab secara mengejutkan berhasil mengamankan 19 kursi parlemen.
Namun, Netanyahu telah menegaskan tak akan bekerja sama dengan partai Arab. Eisenkot sejauh ini juga belum menunjukkan tanda-tanda bersedia.
Meski begitu, salah satu partai Arab telah menyatakan siap untuk mendukung Eisenkot agar pemerintahan Netanyahu bisa dilengserkan.

