Gedung Putih Bantah Hegseth & Rubio Mau Mundur dari Kabinet Trump

CNN Indonesia
Jumat, 06 Nov 2026 19:35 WIB
U.S. President Donald Trump and U.S. Defense Secretary Pete Hegseth shake hands during the Pennsylvania Defense and Innovation Summit at the United States Army War College in Carlisle, Pennsylvania, U.S., July 15, 2026. REUTERS/Kylie Cooper
Gedung Putih bantah Menhan Hegseth (kanan) dan menlu Rubio bakal mundur dari kabinet Trump. Foto: REUTERS/Kylie Cooper
Jakarta, CNN Indonesia --

Gedung Putih membantah rumor Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio akan meninggalkan jabatan mereka, setelah Partai Republik mengalami kekalahan dalam pemilihan paruh waktu.

Rumor perombakan kabinet pemerintahan Presiden Donald Trump mencuat setelah Partai Republik kehilangan kendali atas Senat AS dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kekalahan tersebut turut dikaitkan dengan kebijakan Trump dalam perang melawan Iran yang kini memasuki bulan kesembilan.

Media AS melaporkan munculnya desakan untuk mengganti Hegseth. Penanganannya terhadap perang Iran menjadi salah satu sorotan yang dinilai berkontribusi terhadap kekalahan Partai Republik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Trump menegaskan masih ingin mempertahankan Hegseth. Dalam wawancara melalui telepon dengan ABC News, Trump mengaku telah menerima sejumlah telepon terkait posisi Hegseth. Meski demikian, ia mengatakan tidak memiliki rencana untuk memberhentikan menteri pertahanannya tersebut.

Trump kemudian kembali membela Hegseth saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (5/11). "Pete Hegseth telah melakukan pekerjaan yang fantastis," kata Trump, seperti dilaporkan BBC News.

Trump juga memuji sejumlah pencapaian Hegseth, termasuk operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari dan penanganan perang melawan Iran.

Di tengah desakan tersebut, anggota DPR dari Partai Republik, Thomas Massie, mengancam akan mengajukan upaya pemakzulan terhadap Hegseth. Massie mengatakan kepada Politico bahwa ia akan mengaktifkan resolusi pemakzulan terhadap Hegseth paling cepat pekan depan.

Melalui unggahan di media sosial X, Massie juga mendesak Trump segera mengganti Hegseth sebelum Kongres baru yang dikuasai Partai Demokrat mulai bertugas pada Januari.

"Dia sebaiknya melakukannya selagi masih ada kesempatan untuk mendapatkan persetujuan pengganti di Senat," tulis Massie.

Menanggapi ancaman tersebut, Hegseth mengunggah pernyataan video yang membela kinerjanya sekaligus mengecam upaya pemakzulan terhadap dirinya.

"Lihat, mereka menyerang saya. Mereka menyerang kami karena kami efektif. Itu tidak akan berhasil. Kami tidak akan mundur," kata Hegseth.

Ia menyebut upaya pemakzulan tersebut sebagai langkah politik "seorang anggota Kongres yang kecewa dan kalah" bersama sekutu-sekutu Demokratnya.

Hegseth juga memaparkan sejumlah pencapaian Kementerian Pertahanan yang telah memenuhi agenda "America First" di bawah kepemimpinannya. Beberapa di antaranya menghidupkan kembali perekrutan militer, memperkuat industri pertahanan, dan menghapus inisiatif keberagaman.

Ia menilai Partai Demokrat menggunakan upaya pemakzulan sebagai alat untuk menyerang lawan politik.

"Kebijakan mereka tidak berhasil. Jadi, obsesi mereka terhadap sandiwara politik yang disamarkan sebagai kekuasaan mendorong mereka untuk mencoba menghancurkan lawan-lawan mereka. Ini semua tentang politik penghancuran pribadi," ujarnya.

Sementara itu, Menlu Rubio membantah laporan bahwa ia mempertimbangkan mundur dari jabatan menteri luar negeri untuk mempersiapkan pencalonan presiden pada 2028.

Namun, Rubio membantah kabar tersebut. Dalam wawancara dengan The New York Times, ia menegaskan tetap ingin bekerja untuk Trump hingga akhir masa jabatannya.

"Saya menyukai pekerjaan yang saya lakukan. Lagipula, saya selalu tertawa ketika mereka mengatakan dia akan meninggalkan pekerjaannya. Saya bertanya, 'Yang mana?'" ujarnya.

Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri AS juga membantah laporan mengenai kemungkinan Rubio mundur. Mereka menyebut kabar tersebut sebagai "berita palsu".

Di sisi lain, masa depan politik Hegseth dinilai lebih tidak pasti. Selain menghadapi ancaman pemakzulan, ia dikabarkan tertarik mencalonkan diri sebagai senator untuk mengisi kursi Senat Tennessee yang kosong.

Washington Post melaporkan Trump kemungkinan mempertimbangkan untuk memberhentikan Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, atau Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper. Keduanya memainkan peran penting dalam memberikan arahan tentang perang melawan Iran.

[Gambas:Video CNN]

(mge/dna)
LIHAT SELENGKAPNYA