"Ya jangan main fitnah karena memfitnah seseorang menggerakkan unjuk rasa dan lain sebagainya itu tak benar," kata Agus saat di kawasan Pesing, Jakarta Barat, Kamis (3/11).
"Kami tak ingin mempolitisasi sesuatu kemudian mencari kambing hitam, padahal kita semua tahu bahwa ini (demo 4 November) adalah reaksi dari suatu aksi," kata anak sulung SBY itu.
Nama SBY memang sempat dituding sebagai dalang dalam aksi unjuk rasa 4 November. Isu yang meluas ini bahkan sampai ditanggapi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Selasa lalu. JK menegaskan dirinya tak percaya dengan tuduhan tersebut.
Sebagai pengingat, aksi unjuk rasa kali ini hampir serupa dengan aksi yang sebelumnya terjadi pada Jumat (14/10). Saat itu ribuan umat muslim melakukan unjuk rasa dari Masjid Istiqlal dan berakhir di depan Balai Kota DKI Jakarta.
Dalam aksi tersebut para pengunjukrasa mendesak agar Polri mengusut tuntas kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Pria yang sekarang telah menjadi gubernur non aktif tersebut dianggap menghina ayat Al-Quran saat mengutip Surat Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu.
Agus menilai aksi unjuk rasa hari ini tak perlu dibesar-besarkan. Masyakarat, kata dia, bisa menyelesaikannya dengan menggunakan aturan yang sudah dibuat oleh negara. (wis)