Logo Kursi Panas DKI 1

Bawaslu DKI Klarifikasi Dugaan Politik Uang Anies-Sandiaga

Lalu Rahadian & Abi Sarwanto
Senin, 14/11/2016 17:05 WIB
Bawaslu DKI Klarifikasi Dugaan Politik Uang Anies-Sandiaga Bawaslu DKI menegaskan pasangan Anies-Sandiaga tidak terbukti melakukan dugaan politik uang saat kampanye. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta telah menyelesaikan pemeriksaan dugaan pelanggaran politik uang di Pilkada DKI 2017 yang melibatkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Hasilnya, Anies-Sandi dipastikan tak bersalah dalam dugaan politik uang tersebut.

Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti mengatakan, dugaan politik uang tidak terbukti setelah pemeriksaan dilakukan lembaganya. Dalam melakukan pemeriksaan, Bawaslu DKI disebut telah memanggil seluruh pihak yang diduga terlibat politik uang saat kampanye dilakukan Anies-Sandi.

"Karena itu temuan panitia pengawas, maka pemanggilan itu dalam rangka konfirmasi kebenaran di lapangan seperti apa. Itu sudah ditangani semuanya, tidak terbukti kalau ada pelanggaran," tutur Mimah saat dihubungi, Senin (14/11).

Untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut, kata Mimah, Bawaslu DKI harus memastikan pembagian uang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Anies-Sandi dalam hal ini dinilai tidak terbukti melakukan pembagian uang secara TSM saat melakukan kampanye.

Meski terbukti tidak bersalah, Bawaslu DKI tetap memberi peringatan kepada Anies dan Sandiaga agar tidak lagi melakukan kegiatan yang bisa dikategorikan sebagai politik uang selama kampanye.

"Kami sudah mengingatkan kepada pasangan calon agar itu tidak terjadi lagi," kata Mimah.

Menanggapi keputusan dari hasil pemeriksaan Bawaslu tersebut, Anies Baswedan meminta agar nantinya Bawaslu mengonfirmasi terlebih dulu dugaan pelanggaran yang dilakukan pasangan calon sebelum diungkap ke publik.

"Saya malah merasa, lain kali dikonfirmasi dulu baru diumumkan. Karena kalau sudah diumumkan begitu kan orang tahunya sudah terjadi. Mengoreksi itu lebih sulit," kata Anies di Tambora, Jakarta Barat.

Anies mengaku sudah mendapat informasi hasil temuan Bawaslu DKI Jakarta tersebut sejak dua hari yang lalu dari tim hukumnya. 

Menanggapi tudingan politik uang tersebut, Anies mengaku tidak memiliki uang untuk melakukan hal tersebut. "Enggak ada duit, Mas. Mau bayar pakai apa," ujar Anies.

Anies-Sandi sebelumnya diduga melakukan politik uang saat menggelar kegiatan bersama anak yatim. Pada acara tersebut, panitia pengawas Pilkada melaporkan adanya dugaan pembagian uang bagi anak yatim.

Dari ketiga peserta Pilkada DKI, hanya Anies dan Sandiaga yang sampai saat ini diduga melanggar ketentuan politik uang saat kampanye. Mereka juga menjadi peserta Pilkada yang paling aktif melakukan kegiatan selama dua pekan awal masa kampanye.

Hingga saat ini, tercatat sudah 82 titik kampanye yang disambangi Anies dan Sandiaga. Jumlah itu melampaui kampanye peserta Pilkada yang menjadi pesaingnya, yakni Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat serta Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni. (gil/sur)

ARTIKEL TERKAIT
ARTIKEL LAINNYA
0 Komentar
video
foto