Menurut Ahok, hasil survei ini menjadi pelecut bagi tim pemenangan untuk bekerja lebih keras. Bahkan, mereka menargetkan memenangkan PIlkada DKI Jakarta untuk satu putaran.
"Katanya akan tersingkir di putaran pertama, maka teman-teman PDIP akan berjuang agar (menang) satu putaran," kata Ahok saat ditemui di kantor Dewan Pimpinan Daerah PDIP DKI Jakarta, Ahad (20/11).
"Saya kira bagus karena jika hasil semakin menurun artinya teman-teman tambah semangat untuk kerja," ujar tersangka kasus dugaan penistaan agama tersebut.
LSI mengadakan survei selama kurun 31 Oktober-5 November 2016 terhadap 440 responden. Hasil survei menunjukkan elektabilitas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berada di urutan pertama dengan angka 31,9 persen. Sedangkan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni ada di peringkat kedua dengan 30,9 persen.
Sementara itu pasangan petahana Ahok-Djarot berada di posisi paling buncit dengan elektabilitas 10,6 persen. Elektabilitas Ahok-Djarot turun tajam setelah Ahok ditetapkan menjadi tersangka. Sebelum penetapan tersangka, survei LSI menunjukkan elektabilitas Ahok dan Djarot di angka 24,6 persen.
Sementara itu Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah PDIP DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan PDIP menyikapi hasil survei dengan berkaca pada hasil Pilkada 2012 yang memenangkan pasangan Joko Widodo dan Ahok. Padahal saat itu berbagai hasil survei menunjukkan Jokowi-Ahok tak menempati posisi teratas.
Pada 2012 lalu, hampir semua lembaga survei menunjukkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli unggul dalam elektabilitas dan selalu di posisi paling atas. Prediksi hasil survei mental saat hari pencoblosan. Duet PDIP dan Partai Gerindra membawa Jokowi dan Ahok sebagai pemenang dalam pemilihan dua putaran. (yul)