Saat sesi dialog, Robert Kanton, seorang perwakilan pendeta mempertanyakan program pengadaan lapangan kerja yang telah dipaparkan lebih dulu oleh Sandiaga.
"Yang dijual program, tapi tolong jelas. Contoh, pasukan oranye. Itu lapangan kerja, itu jelas. Cara membuat orang kaya agar tidak jadi miskin gimana caranya?" tanya Robert saat sesi dialoh di Hall Kantor PGI Wilayah DKI Jakarta.
Dalam paparannya, Sandiaga menjelaskan program penciptaan 200 ribu wirausaha melalui pusat kewirausahaan di tiap kecamatan (one kecamatan, one center enterpreneurship OKE OCE), untuk membuka lapangan kerja baru.
Pasukan ini, kata Sandiaga akan bertugas memastikan, membidik 4-5 ribu perusahaan-perusahaan kecil.
"Nah solusinya adalah menghadirkan pasukan biru, bahwa seluruh kecamatan nantinya akan punya pasukan biru," kata Sandiaga.
Program ini, kata Sandiaga, juga akan bekerja sama dengan pihak perbankan untuk pemberian modal bagi para wirausaha baru yang tercipta.
"Kami kasih modal sampai Rp300 juta. Bukan oleh APBD, melainkan sistem perbankan," ujar Sandi.
"Lapangan pekerjaan akan kami selesaikan dalam waktu lima tahun," tutup Sandi.
Namun demikian, saat ditemui di sela acara, Robert masih tampak kurang puas. Ia mengaku program tersebut belum memberikan solusi baru mengenai lapangan kerja.
Robert pun pesimistis dengan program penciptaan lapangan kerja yang dipaparkan Sandiaga. Menurutnya, program itu belum tepat diterapkan pada saat ini. (obs)