Program Lapangan Kerja Anies-Sandi Dianggap Belum Jelas

Abi Sarwanto, Putri Lestari, CNN Indonesia | Rabu, 14/12/2016 16:38 WIB
Sandiaga menjelaskan program penciptaan 200 ribu wirausaha melalui pusat kewirausahaan di tiap kecamatan untuk membuka lapangan kerja baru. Pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat menjelaskan program-programnya di Jakarta, Rabu (7/12). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno berdialog dengan anggota Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah Jakarta, Rabu (14/12).

Saat sesi dialog, Robert Kanton, seorang perwakilan pendeta mempertanyakan program pengadaan lapangan kerja yang telah dipaparkan lebih dulu oleh Sandiaga.

"Yang dijual program, tapi tolong jelas. Contoh, pasukan oranye. Itu lapangan kerja, itu jelas. Cara membuat orang kaya agar tidak jadi miskin gimana caranya?" tanya Robert saat sesi dialoh di Hall Kantor PGI Wilayah DKI Jakarta.


Dalam paparannya, Sandiaga menjelaskan program penciptaan 200 ribu wirausaha melalui pusat kewirausahaan di tiap kecamatan (one kecamatan, one center enterpreneurship OKE OCE), untuk membuka lapangan kerja baru.
Sandiga pun menjelaskan, salah satu hal konkrit yang akan dilakukan dengan program itu adalah pasukan biru.

Pasukan ini, kata Sandiaga akan bertugas memastikan, membidik 4-5 ribu perusahaan-perusahaan kecil.

"Nah solusinya adalah menghadirkan pasukan biru, bahwa seluruh kecamatan nantinya akan punya pasukan biru," kata Sandiaga.

Program ini, kata Sandiaga, juga akan bekerja sama dengan pihak perbankan untuk pemberian modal bagi para wirausaha baru yang tercipta.

"Kami kasih modal sampai Rp300 juta. Bukan oleh APBD, melainkan sistem perbankan," ujar Sandi.
Sandiaga pun menargetkan dalam lima tahun, lapangan kerja yang menjadi programnya sudah dapat tercapai.

"Lapangan pekerjaan akan kami selesaikan dalam waktu lima tahun," tutup Sandi.

Namun demikian, saat ditemui di sela acara, Robert masih tampak kurang puas. Ia mengaku program tersebut belum memberikan solusi baru mengenai lapangan kerja.
"Saya melihat itu ikut-ikutan. Yang kami mau, kalian punya (inovasi) apa. Masyarakat tidak akan melihat siapa dia, tapi programnya dia," ujar Robert.

Robert pun pesimistis dengan program penciptaan lapangan kerja yang dipaparkan Sandiaga. Menurutnya, program itu belum tepat diterapkan pada saat ini. (obs/obs)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK