Menanggapi hal ini, Anies mengatakan ia dan Sandiaga masih percaya terhadap survei internal yang telah dilakukan pihaknya. Menurutnya, hasil survei LSI Denny JA juga jauh berbeda dari survei internal.
Anies mengaku optimis dengan survei internalnya lantaran pertanyaan yang diajukan dalam survei cenderung dinamis dibandingkan dengan kebanyakan pertanyaan dari lembaga survei lain.
"Dari situ kami melihat peluang cekung-cekung baru yang selama ini tidak terlihat," ujar Anies.
Optimisme Anies itu bertentangan dengan hasil survei terbaru dari LSI Denny JA soal elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Dalam survei itu, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di peringkat pertama dengan elektabilitas 33,6 persen.
Sementara, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat menduduki peringkat dua dengan 27,1 persen suara. Anies-Sandi di peringkat buncit dengan hanya meraih 23,6 persen suara. Sedangkan pemilih yang belum memutuskan (undecided voters) sebesar 15,7 persen.
Survei dilakukan pada tanggal 1-6 Desember 2016 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini plus minus 4,8 persen.
Hasil survei LSI pada Desember ini berbanding terbalik dengan bulan November. Bulan lalu, hasil survei LSI Denny JA justru menempatkan Anies-Sandi unggul di posisi pertama dengan 31,9 persen. (wis/obs)