"Ini bukan FPI dan Agus. Ini FPI dan Ahok. Jadi enggak ada konsesi di antara kami," ujarnya pada pertemuan antara tiga pendukung pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Sabtu (7/1).
Selain Rachland, acara yang digelar di Kebayoran Baru itu juga dihadiri anggota DPR Budiman Sudjatmiko yang mendukung Ahok-Djarot Saiful Hidayat dan politikus Indra Jaya Piliang menyokong Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
“Pertanyaanku untuk @ranabaja juga lahir dari fakta bahwa saat SBY menjadi Presiden, kelompok radikal tumbuh subur. Apa hubungan Cikeas dengan mereka?” cuitan Budiman kepada Rachland.
Rachland kemudian mengkonfirmasi kelompok radikal yang dimaksud Budiman. Politikus PDIP itu pun menjawab, FPI adalah kelompok yang ia sindir.
"FPI sejak 2014 menolak Ahok sebagai gubernur. FPI juga aktif berpolitik dalam pemilihan gubernur dan ada peningkatan intensitas radikalisme terhadap hajat politik Cikeas," kata Budiman.
Rachland membantah tuduhan Budiman. Ia meminta Budiman berargumen dengan bukti konkret.
"Kalau saja ada 11 paslon di DKI, termasuk Ahok, FPI akan mendukung semua calon kecuali Ahok. Karena pada dasarnya FPI memang menolak Ahok. Mendukung Agus dan semata-mata pilihan politik mereka," tuturnya.
Berdasarkan catatan, Agus belum pernah bertemu secara terbuka dengan pimpinan FPI pada masa kampanye pilkada. Hanya Anies Baswedan yang tercatat menemui ormas itu awal tahun ini.
Pada 1 Januari lalu, Anies bertamu ke markas FPI di Petamburan, Jakarta, bertemu Rizieq Shihab dan petinggi lain ormas itu. Kala itu, Anies mengklaim ingin mengklarifikasi sejumlah isu menyangkut dirinya kepada FPI.