Relokasi warga yang menjadi sasaran Ahok agar proyek Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) atau normalisasi sungai di ibu kota dapat segera diselesaikan.
"Ulujami kan suka longsor, jadi saya mau pastikan, apakah warga setuju (untuk direlokasi) atau tidak," ujar Ahok di bantaran Kali Pesanggrahan, Ulujami, Jakarta Selatan. Saat berkampanye Ahok juga membagi-bagikan buku biografi karangan Rudi Kurawa berjudul A Man Called Ahok.
Pasalnya, Ahok menambahkan, sebagian besar bantaran Kali Pesanggrahan tidak mengandung batu cadas. Saat kiriman hujan datang sangat besar, maka potensi terjadi longsor bisa saja tak terelakkan.
"Itu satu rumah saja sudah pernah roboh," ucapnya.
Ahok juga sempat melakukan penggusuran di kawasan Kampung Pulo, Bidara Cina, Pasar Ikan, dan bantaran Kali Krukut di Jakarta Pusat.
Aksi gusur seperti itu memang sudah jadi 'gaya' sang petahana. Lantas saat mencalonkan diri kembali jadi gubernur DKI Jakarta, tak ada hal spesifik yang sengaja ia ubah dari gayanya itu.
"Pilih enggak pilih, saya tetap harus bongkar (rumah di bantaran Kali Pesanggrahan). Saya enggak mau bohong," tegas Ahok.
"Ngapain sih, terima duit beberapa ratus ribu, terus kamu hidup susah buat 5 tahun ke depan," ujarnya.
Selain itu, saat ini tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur Ahok-Djarot telah menjalin kerja sama dengan Tim Independen Kawal Pemilihan Kepala Daerah. Pengawasan itu dilakukan menggunakan aplikasi bernama Kawal Pilkada.
"(Tujuan) kita membuka kerja sama dengan Kawal Pilkada ini supaya masyarakat dapat terlibat untuk mengawasi (jalannya pilkada)," kata Ahok.