"Beliau berpesan bahwa debat itu adalah kesempatan untuk memberikan pendidikan politik pada warga Jakarta. Karena itu, dimanfaatkan debat bagi semuanya untuk memberikan pendidikan politik, agar demokrasi menjadi lebih baik," kata Anies.
Pertemuan Anies-Sandi dengan Habibie digelar sehari menjelang debat cagub dan cawagub DKI Jakarta. Selain bicara soal kondisi Jakarta, pertemuan itu juga membahas soal program yang ditawarkan Anies-Sandi.
Habibie, kata Anies, berpesan agar mereka fokus pada dua hal, yakni terkait persoalan lapangan pekerjaan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia.
Untuk persoalan lapangan kerja, Anies-Sandi memiliki program One Kecamatan One Center Entrepreneurship, sementara untuk pendidikan dia berjanji akan memenuhi pendidikan yang berkualitas, tuntas dan terjangkau.
"Beliau juga menyarankan bahwa banyak dunia mempertanyakan apakah demokrasi dan Islam itu bisa disandingkan," ujar Sandiaga.
Sandiaga menyebut, Habibie menitipkan kepadanya dan Anies agar dapat menunjukan bahwa kedua hal tersebut dapat diwujudkan di Pilkada DKI Jakarta 2017.
Meski demikian, Anies menegaskan tak ada dukungan politik apapun yang diberikan Habibie dalam pertemuan tersebut. Pertemuan itu disebut murni silaturahmi.
"Tidak ada sama sekali dan kita pun menyampaikan kunjungan kita ke sini untuk meminta nasihat dan mohon doa," ujar Anies.
Keduanya disambut Habibie yang mengenakan kemeja marun. Ia ditemani Ketua Dewan Pengurus Habibie Center Sofian Effendi dan Direktur Habibie Center, Rahimah Abdulrahim. (wis/obs)