Oleh karena itu Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta untuk memantau materi negatif yang beredar di media sosial selama tanggal 12-14 Februari.
Masykurudin juga meminta Panwaslu semakin sering menginformasikan dan menyosialisasikan kepada masyarakat tentang materi-materi apa saja yang tidak sesuai.
"Kalau ada cuitan-cuitan negatif atau yang tidak sesuai, dikumpulkan, kemudian diinformasikan ke publik," jelas dia.
"Ini hanya sebuah proses sebenarnya dalam demokrasi. Siapa pun yang terpilih ya dia layak karena dengan cara yang benar. Politik uang, misalnya, itu bukan cara elegan. Tapi bagaimana mencerdaskan masyarakat kita dengan visi misi program," kata Masykurudin.