Angka itu berasal dari jumlah soft supporter (pendukung yang masih bisa berubah pikiran) yang mencapai 14,1 persen, ditambah angka warga yang belum menentukan pilihan sebesar 8,5 persen.
Peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa mengatakan swing voters yang berjumlah 22,6 persen memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses pemilihan gubernur DKI Jakarta kali ini. Angka 22,6 persen tersebut berpotensi mengubah peta suara di Pilkada DKI Jakarta.
Menurut Ardian, pengaruh swing voters tersebut berimbas juga pada potensi Pilkada DKI akan masuk ke putaran kedua karena tak ada satu pun kandidat yang mampu menyentuh persentase di atas 50 persen.
Selain menyurvei soft supporter, LSI Denny JA juga menyurvei strong voters (pemilih setia) masing-masing pasangan calon. Ahok-Djarot memiliki pemilih setia tertinggi dengan total 27,2 persen, diikuti Anies-Sandi sebesar 25,6 persen dan Agus-Sylviana 24,6 persen.
Meski demikian, Agus-Sylvi memiliki elektabilitas tertinggi dibandingkan dengan dua pesaingnya. Agus mencatat angka 30,9 persen, unggul tipis dari Ahok-Djarot yang meraih 30,7 persen suara, dan Anies-Sandi yang mencatat 29,9 persen.
Survei LSI Denny JA dilakukan selama dua hari, yaitu 8 hingga 9 Februari 2017. Survei melibatkan 1200 responden dengan margin of error di angka 2,9 persen. (wis)