Juru Bicara Tim sukses Basuki-Djarot (Badja) Raja Juli Antoni mengatakan, selain mendatangi Rumah Lembang, masyarakat juga menyampaikan keluhannya melalui media sosial.
"Di medsos juga sudah banyak yang testimoni, katanya tidak bisa ikut memberikan suara karena tidak bisa mencoblos, macam-macam masalah yang diadukan," ujar Raja saat dihubungi CNNIndonesia.com di Jakarta, Jumat (17/2).
Sedangkan beberapa TPS yang dilaporkan tersebut berada di Kecamatan Penjaringan, Kecamatan Cilincing, Kecamatan Pulo Gadung, Kecamatan Kebon Jeruk, Kecamatan Pancoran, dan Cakung.
Raja mengatakan, para pemilih banyak yang dihalang-halangi saat akan memberikan hak suaranya. Bahkan di beberapa tempat ada yang menemukan petugas TPS yang tidak netral dan menggunakan pakaian salah satu pasangan calon.
Nusron Wahid, Ketua Korbid Pemenangan Pemilu I wilayah Jawa Sumatera Partai Golkar mengatakan Rumah Lembang terbuka bagi siapapun yang ingin mengadukan kecurangan atau memperjuangkan hak pilihnya di Pilkada DKI kemarin.
"Yang jelas sampai sekarang (pengaduan) di rumah Lembang, tapi kita kan enggak ngerti ya mereka mau memilih nomor berapa. Kalau soal memilih kan ada di bilik, kita enggak ngerti," kata Nusron.
Lihat juga:KPU-Bawaslu Sepakat Perbaiki DPT Pilkada DKI |
"Nanti kami akan desak, berdialog, advokasi, apa alasannya. Kalau KPU mengatakan tidak boleh berarti itu melanggar hak-hak konstitusi, yaitu kesempatan warga negara untuk menyatakan hak pilihnya," ujar Nusron.
"Kami sayangkan ketidaksiapan KPU DKI Jakarta karena tidak mengantisipasi kawan yang tak terdaftar tapi punya e-KTP," tuturnya.