Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, pihaknya saat ini masih mengkonsolidasi serta mengevaluasi kekalahan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung bersama Partai Demokrat, PKB dan PAN.
Langkah tersebut, kata Arsul, diambil lantaran atmosfer Pilkada DKI Jakarta kali ini, mirip seperti pemilihan presiden. Dengan demikian, keputusan akan diambil setelah semua pihak memberi masukan.
Selain itu, Arsul menjelaskan, keputusan juga akan diambil setelah kedua pasangan calon bertemu dengan jajaran pengurus PPP.
"Lah ini paslonnya aja belum datang ke kita, namanya ge-er (percaya diri -red). Jangan-jangan dukungan PPP memang tidak diperlukan oleh kedua paslon," kata Arsul.
Sedangkan, dari konstituen PPP, menurut Arsul, yang memilih Anies-Sandi berada di urutan kedua setelah Agus-Sylvi. Akan tetapi, pilihan itu juga tidak dapat disimpulkan bahwa suara PPP akan beralih kepada pasangan calon nomor urut tiga tersebut.
"Siapapun dari empat partai yang dukung Agus-Sylvi kemudian menyatakan dukungan ke pasangan lain, yang tercatat di KPU Jakarta tidak berubah. Tidak dianggap sebagai pengusung lagi," katanya.
Meski berada di koalisi partai pendukung pemerintah, Arsul menegaskan, hal tersebut hanya berlaku di tataran nasional untuk mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.