Logo Kursi Panas DKI 1

Cagub Anies Jalin Komunikasi ke Parpol Pendukung Agus-Sylvi

Abi Sarwanto
Jumat, 17/02/2017 23:20 WIB
Cagub Anies Jalin Komunikasi ke Parpol Pendukung Agus-Sylvi Dua hari usai pemungutan suara, Anies berkomunikasi dengan empat partai pengusung AHY-Sylvi. Namun, komunikasi masih bersifat informal. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto).

Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku telah menjalin komunikasi dengan seluruh partai politik pendukung pasangan calon nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) - Sylviana Murni, yang gagal melangkah ke putaran kedua pemilihan kepala daerah (pilkada).

Anies mengklaim berkomunikasi dengan empat partai, yakni Partai Demokrat, PPP, PAN, dan PKB, dua hari usai pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta 2017. Namun, menurutnya, komunikasih masih bersifat informal dan belum final.

"Final keputusan dan lain-lainnya belum, pembicaraan sudah dimulai. Sudah sejak hari pertama. Bahkan, kemarin ada pembicaraan yang cukup panjang juga," kata Anies, Jumat (17/2).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, tak ada pesan khusus yang dititipkan ketika dirinya berkomunikasi dengan jajaran pengurus keempat partai tersebut. Ia masih belum mengetahui, kapan komunikasi ditingkatkan menjadi formal.

"Belum, waktunya masih panjang kok. Masih santai dulu. Pertemuan sudah. Sudah jalan dengan semuanya, sudah. Termasuk dengan petinggi-petingginya, antar petingginya sudah ketemu,” terang dia.

PPP wilayah DKI Jakarta mengisyaratkan mendukung Anies-Sandi pada putaran kedua Pilkada 2017. Hal itu terungkap usai Sekretaris DPW PPP DKI Ichwan Jayadi menyambangi Ketua Relawan Anies-Sandi, Boy Bernadi Sadikin, di kawasan Borobudur, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/2) sore.

"Kami harapkan, penjajakan lebih matang dalam 1-2 hari. Makanya, dalam rentan waktu itu, kami terus berdiskusi," tuturnya.

Sementara itu, Boy Sadikin menyebutkan, pihaknya selalu membuka pintu kepada semua pihak yang ingin bergabung dan memenangkan Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Karena kami meyakini, perubahan Jakarta tidak bisa dilakukan orang per orang. Tetapi, butuh barisan jamaah yang kokoh," ucap Boy. (bir)

ARTIKEL TERKAIT
ARTIKEL LAINNYA
0 Komentar