Namun PAN mengisyaratkan bakal memberi dukungan suara kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang disokong Partai Gerindra dan PKS dalam putaran kedua pilkada.
Saleh menuturkan, selain warga Jakarta, PAN juga banyak mendapat masukan dari daerah-daerah lain. Demikian juga di media sosial, rata-rata menginginkan agar PAN bergabung dan mendukung Anies-Sandi. “Semua itu tentu kamu dengar,” ucap Saleh.
"Selama ini kami hanya mendengar sepintas program pasangan calon lain. Tentu perlu didalami dan dipelajari agar bisa disampaikan kepada seluruh jaringan partai,” kata Saleh. “Dengan begitu, kami betul-betul yakin untuk memberikan dukungan maksimal.”
Di samping itu, lanjut Saleh, PAN sedang melakukan evaluasi pada putaran pertama. Evaluasi penting untuk melihat kelemahan sekaligus melakukan perubahan. Hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk membangun sinergi baru dengan partai lain dalam menghadapi putaran kedua nanti.
Dia mengklaim bahwa dalam memutuskan pilihan PAN tidak akan meminta syarat apa pun. “Yang paling penting adalah komitmen perubahan dan perbaikan bagi Jakarta,” ujarnya.
Adapun PKB, PPP, dan Partai Demokrat sebagai pendukung Agus-Sylvi sejauh ini juga belum menyatakan sikap bakal koalisi dengan siapa, apakah mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat atau Anies-Sandiaga.