“Ke depannya partai-partai pendukung Ahok dan Djarot harus lebih solid lagi,” kata politisi senior PDIP Trimedya Panjaitan kepada CNNIndonesia.com, Minggu (19/2).
Trimedya menyoroti peran masing-masing partai pendukung Ahok-Djarot ada yang masih kurang maksimal memberi kontribusi dalam upaya pemenangan.
Empat partai penyokong Ahok-Djarot yaitu PDIP memiliki kursi di DPRD DKI Jakarta sebanyak 28 kursi, Golkar 9 kursi, Hanura 10 kursi, dan NasDem 5 kursi.
Seharusnya, kata Trimedya, di setiap partai pendukung Ahok-Djarot ada dua tim yang bekerja yaitu tim internal partai dan eksternal.
“Apakah ada di partai lain tim internal dan eksternalnya seperti itu?” ucap Trimedya.
Dia mengakui bahwa tantangan ke depannya cukup berat untuk memperjuangkan Ahok-Djarot setelah lolos ke putaran kedua pilkada Jakarta.
Budiman yang menjadi salah satu tokoh penggerak di unsur tim relawan menegaskan sejauh ini koordinasi yang dilakukan di antara relawan pendukung Ahok-Djarot sudah cukup baik.
"Kerja sama di antara para relawan sudah berjalan maksimal," ucap anggota Komisi II DPR ini kepada CNNIndonesia.com, Minggu (19/2).
Budiman juga mengingatkan pentingnya keberadaan tim relawan yang mampu menggerakkan warga hingga ke lapisan paling bawah dalam membantu memperjuangkan Ahok-Djarot di tengah persaingan yang sangat keras untuk memperebutkan dukungan suara.