"Mainan yang dipasang sudah standar internasional, ada garansinya lima tahun. Jadi kami ingin anak-anak yang bermain punya standar yang sama dengan di Eropa. Baru kita bisa punya mental kayak mereka," ujar Ahok.
Menurut petahana gubernur DKI Jakarta pada pemilihan kepala daerah 2017 ini, dulu waktu ia mau mulai membangun RPTRA sangat sulit karena mengeluarkan dana dari APBD lama. "Biar cepat saya coba dekatin pihak swasta," ucap Ahok yang lolos melaju ke putara kedua Pilkada Jakarta.
Lihat juga:Resmikan RPTRA Kalijodo, Ahok Pamer Kinerja |
Terlihat Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Dien Emawati mendampingi Ahok.
Sementara itu, di muka panggung utama sudah hadir Duta Besar Swiss untuk Indonesia Yvonne Bauman dan Direktur Utama PT. Nestle Indonesia Darnesh Garden.
Kehadiran Bauman tak lain untuk penyerahan bantuan dari Kedutaan Besar Swiss secara simbolik. Terdiri dari 137 buku bacaan, 117 buku Braille dan 19 permainan edukatif guna menunjang kegiatan anak yang dilaksanakan di RPTRA Baung.
Lihat juga:Ahok Sebut Programnya Tak Hanya Bangun Fisik |
Dibangun di atas lahan seluas 1,8 hektare yang jadi aset Pemprov DKI setelah dibebaskan Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta. Semula merupakan lahan terbengkalai yang dimanfaatkan untuk parkiran.
Seperti RPTRA lainnya, RPTRA Baung juga dilengkapi sejumlah fasilitas seperti ruang perpustakaan, ruang bermain anak, ruang laktasi, lapangan olahraga serta musala.
Selain meresmikan RPTRA, Ahok di lokasi yang sama juga meresmikan Kampung Keluarga Berencana (KB). Serupa dengan RPTRA Baung, Kampung KB merupakan salah hasil bantuan dana CSR dari pihak swasta.
(obs)