Hal itu diungkapkan Sandiaga usai mengunjungi daerah Tegal Alur, Kali Deres, Jakarta Barat pada Selasa (7/3). Pada putaran pertama, data KPU DKI mencatat Jakarta Barat memiliki 1.689.514 pemilih dengan tingkat partisipasi mencapai 75,2 persen atau 1.271.183 pemilih.
Dari jumlah itu, Anies-Sandi memperoleh 443.483 suara atau 35,3 persen di Jakarta Barat. Sedangkan pasangan Ahok-Djarot memperoleh 610.172 suara atau 48,6 persen.
"Makanya kami langsung pilih di sini (Jakarta Barat) pada hari pertama kampanye. Target berat, tapi yakin dengan animo masyarakat," kata Sandi.
Aryo merupakan keponakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dia menjabat anggota DPR Fraksi Gerindra dari daerah pemilihan (Dapil) Jakarta III yang meliputi wilayah
Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
Latar belakang itulah yang membuat Aryo ditunjuk mengemban misi memenangkan Anies-Sandi di Jakarta Barat. Aryo mengaku sudah menyiapkan strategi untuk mengamankan suara di Jakarta Barat.
Ia berharap Ahok kalah di tiga kecamatan tersebut. Terlebih, kata Aryo, Anies-Sandi mendapatkan bantuan pendukung Agus-Sylvi.
"Teman-teman dari RT/RW pendukung nomor satu banyak yang sudah menghubungi kami. Ini yang membuat kami semakin semangat, bahwa di kantong suara nomor satu antusias bergabung dengan kami," kata Aryo.
Inisiatif pendukung Agus-Sylvi, kata Aryo, sesuai dengan survei internal yang dilakukan oleh tim pemenangan. Survei internal mereka mengatakan bahwa 60 persen warga Jakarta menginginkan gubernur baru.
"Berdasarkan data exit pool kami, di putaran pertama 84 sampai 90 persen pendukung Agus-Sylvi beralih ke Anies-Sandi dan sisanya mayoritas masih golput. Golput ini yang menjadi target," kata Aryo. (wis/sur)