Pendataan diutamakan bagi warga yang tinggal di apartemen dan sejumlah lokasi lain, agar bisa menggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara Pilkada DKI putaran kedua.
"Itu yang di apartemen-apartemen tidak teridentifikasi dengan baik. Tempat-tempat yang TPU-nya bermasalah. Kami akan door to door mengejar ini semua. Sesuai dengan arahan bapak Menteri Dalam Negeri," kata Soni, sapaan Sumarsono, di Balai Kota DKI Jakarta, pada Rabu (8/3).
Rapat bertujuan untuk memastikan tidak ada satu pun warga ibu kota yang kehilangan hak pilih mereka dalam Pilkada putaran kedua mendatang.
"Mumpung masih ada waktu satu bulan lebih, kami akan melakukan deteksi permasalahan (pelaksanaan Pilkada) dari akarnya," kata Soni.
"Yang saya dengar, Maret ini bisa diselesaikan (pencetakan e-KTP). Cuma ada proses lelang tender ulang yang bikin sedikit lama di tingkat pusat," ujar Soni.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengakui proses perekaman data kependudukan sedikit terkendala karena blanko KTP elektronik di beberapa daerah sudah habis. Pengadaan ulang blanko tersendat lantaran proses lelang blanko belum selesai.
Kementerian Dalam Negeri, kata dia, menyampaikan maaf kepada masyarakat dan berharap kekurangan perekaman yang terhambat dapat dituntaskan pada 2017 ini.
“Kami berharap proses lelang dapat selesai pada Maret ini agar dapat segera dilakukan pencetakan KTP elektronik secara bertahap dan dikirimkan ke daerah-daerah," ujar Tjahjo. (wis)