Ketua KPU DKI Sumarno berkata, pergantian terbatas dilakukan agar persiapan putaran kedua Pilkada ibu kota berjalan efektif. Ia khawatir, jika pergantian KPPS dilakukan menyeluruh maka penyuluhan dan pelatihan akan memakan waktu lama dan tidak efektif.
"Jadi yang bermasalah saja diganti, makanya sekarang KPU DKI sedang menginventarisir informasi dari kota, TPS mana saja yang bermasalah, KPPS mana saja yang bermasalah," ujar Sumarno di kawasan Mangga Dua, Jakarta, Kamis (9/3).
KPU DKI juga menerima masukan kritik atas kinerja KPPS dari tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, serta Badan Pengawas Pemilu.
"Masukan dari manapun akan dihimpun KPU DKI. Tapi kita akan konfirmasi karena memang perlu kepastian bahwa (KPPS) yang bersangkutan bermasalah," ujarnya.
"Misal, ada warga ragu sudah terdaftar apa belum, informasikan. Kalau pendaftar memang perlu kesesuaian data. (Mengantisipasi) jangan-jangan data yang disampaikan itu tidak sesuai kenyataan, kan itu nantinya tidak baik juga," tuturnya.
Call centre KPU DKI untuk pemutakhiran daftar pemilih tersedia di nomor 021-31908701 dan 081317293700. Selain mengecek melalui call centre, warga juga dapat mendatangi posko panitia pemungutan suara (PPS) di kelurahan hingga Senin (13/3) untuk mendaftar sebagai pemilih.
"Raker untuk memastikan kerja-kerja teknis lapangan. Melibatkan KPU Kabupaten/Kota, tidak sampai PPK," kata Komisioner KPU DKI Betty Epsilon Idroos.
Penyuluhan dan bimbingan teknis diberikan kepada Komisioner KPU Kabupaten/Kota agar tak ada multitafsir pada penyelenggaraan putaran kedua Pilkada. (wis)