Djarot mendapat penolakan dari jamaah sejak tiba di masjid At-Tin sekitar pukul 18.00 WIB. Sejak turun dari mobil, ia langsung disoraki. Para jamaah berteriak meminta Djarot pulang.
"Usir, usir ngapain ke sini," teriak salah satu jamaah.
Djarot berdiskusi bersama panitia dan sejumlah jamaah yang melakukan penolakan untuk tetap masuk. Ia sempat diperbolehkan masuk, namun pada sekitar pukul 20.15 WIB Djarot meninggalkan lokasi dengan kawalan polisi.
Salah seorang jamaah, Badar, menolak Djarot lantaran merupakan pasangan calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang diduga melakukan penistaan agama.
"Pulang saja dia, jangan sampai penista agama ke sini," kata Badar kepada CNNIndonesia.com.
Selain dihadiri Djarot, acara itu juga dihadiri oleh pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Namun tak seperti Djarot, keberadaan Anies-Sandi tak mendapat protes dari jamaah.
Turut hadir pula Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Titik Soeharto, serta sejumlah tokoh agama lain seperti imam besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab.