"PBNU enggak bisa dukung-mendukung. NU itu bukan partai politik, akan tetapi dengan silaturahmi kita sudah ada amal yang terjalin," kata Said di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (14/3).
Said bahkan mengizinkan pengurus atau anggota NU ikut berkampanye. Namun, ketika ditanya pilihan politiknya dalam Pilkada DKI putaran kedua, Said tidak menjawab. "Saya enggak ke mana-mana. Mendoakan, mendoakan," kata Said.
Pertemuan antara Anies-Sandi dengan Said juga dihadiri oleh Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo. Pertemuan berlangsung tertutup selama kurang lebih 40 menit yang dimulai sekitar pukul 17.15 WIB.
"Kalau Pak Anies jadi gubernur membangun Islam yang moderat, Islam yang bermartabat, bukan Islam yang abal-abal, yang emosional. Islam yang bermartabat dan berbudaya," kata Said.
Dalam kesempatan yang sama, Anies membenarkan pernyataan yang disampaikan oleh Said. Ia merasa bersyukur mendapat pesan dan nasihat dari ulama soal visi membangun Jakarta.