"Foto pasangan calon nomor 2 sesuai dengan permintaan paslon bersangkutan Pak Djarot yang putaran pertama enggak pakai kopiah (peci) pada putaran kedua pakai (peci)," kata Ketua KPU DKI, Sumarno, di Cikarang, Kamis (23/3).
Sumarno menyebut tidak ada masalah dalam perubahan desain di surat suara tersebut. Sebelum memproses pencetakan, KPU DKI telah lebih dulu meminta persetujuan kepada masing-masing paslon terkait dengan desain surat suara.
Lihat juga:Surat Suara Putaran Kedua Mulai Dicetak |
"Berdasarkan persetujuan kedua paslon KPU memutuskan untuk mulai mencetak surat suara. Belakangnya sama persis dengan yang pertama, ditambah kata-kata putaran kedua," tutur Sumarno.
Selain perubahan pada desain, surat suara untuk putaran kedua juga memiliki ukuran yang lebih kecil. Hal ini karena hanya ada foto dua paslon pada surat suara, sementara pada surat suara putaran pertama terdapat tiga foto palson.
Terkait pengamanan dalam surat suara, Sumarno menyebut terdapat microtext yang hanya diketahui oleh pihak KPU DKI. Hal tersebut untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti penggandaan surat suara.
Pada surat suara putaran pertama, Djarot tidak mengenakan peci. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Djarot mengatakan perubahan desain pada surat suara putaran kedua merupakan usulan dari tim pemenangan. Djarot juga mengatakan pemakaian peci tersebut bukan untuk menunjukkan bahwa dirinya muslim.
"Itu usulan dari tim ya supaya pakai peci. Dan peci ini kan sebetulnya bukan hanya bagi umat muslim, peci ini sebagai simbol nasional yang mempopulerkan Bung Karno (red: presiden pertama RI Sukarno)," ujar Djarot.
"Tidak ada alasan khusus, beliau ingin pakai peci karena itu lebih menunjukkan identitas nasional beliau," ucap Ace.
Ace juga membantah pengenaan peci tersebut untuk mengikuti paslon nomor urut 3 yang sejak putaran pertama sudah memakai peci, bahkan juga mengeluarkan slogan 'coblos pecinya'. "Masa ikut-ikutan," kata Ace, tanpa mengungkap alasan mengapa Ahok tidak melakukan hal yang sama.
Pada surat suara putaran pertama, Djarot tidak mengenakan peci. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)