Wakil Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menilai, dukungan untuk pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sudah "diamankan" oleh Abraham Lunggana atau Haji Lulung, politikus PPP yang asli Jakarta.
Fadli mengatakan, dukungan PPP kubu Romi ke Ahok-Djarot tidak akan mempengaruhi perolehan suara Anies -Sandi. Pasalnya, dukungan PPP itu hanya dilakukan oleh petinggi partai yang belum tentu punya pendukung di akar rumput di Jakarta.
Berbeda dengan Lulung yang meski sudah dipecat oleh PPP kubu Djan Faridz, namun punya pendukung banyak dan loyal di ibu kota.
Selain itu Wakil Ketua DPR ini juga yakin, mereka yang berafiliasi dengan partai berbasis massa Islam seperti PPP, bakal lebih cenderung memilih Anies-Sandi.
Peran Lulung di Jakarta menurut Fadli tidak bisa dianggap remeh. Karena itu Gerindra membuka pintu bagi Haji Lulung membantu memenangkan Anies-Sandi.
Meski begitu, Fadli belum akan tergesa-gesa mengajak Lulung bergabung ke partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto itu. Menurutnya, Lulung merupakan sosok yang seharusnya tetap ada di PPP karena memiliki sejarah panjang dengan partai tersebut.
"Dia (Haji Lulung) punya investasi yang cukup panjang di PPP. Cocok saja (dengan Gerindra), tapi lebih bagus jadi pimpinan di PPP," ujarnya.
Namun dukungan yang sedianya dilakukan kemarin tertunda karena alasan teknis.
"Kami dari pengurus DPC dan DPW PPP memohon maaf sebesar-besarnya atas penundaan deklarasi, berhubung karena beberapa hal di antaranya ada acara teknis yang kami tidak bisa hindari," kata Ketua DPC PPP Jakarta Utara Muhammad Yunus di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta.
Lihat juga:PAN Izin PDIP Sebelum Dukung Anies-Sandi |
Sementara PPP Djan Faridz sejak putaran pertama mendukung pasangan Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta. Lulung yang merupakan Ketua DPW PPP DKI Jakarta kubu Djan, sebelum dipecat, sejak awal enggan mendukung Ahok Djarot. Sama seperti PPP Romi, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu mendukung Agus-Sylvi.