Aniess menyebut target kemenangan 90 persen itu sebagai keunikan. Dia mengatakan, jika terjadi, biasanya kemenangan mutlak itu terjadi secara acak.
Berdasarkan rekapitulasi KPU DKI, Jakarta Utara dan Jakarta Barat merupakan wilayah yang dikuasai pasangan Ahok-Djarot.
Di Jakarta Barat pasangan nomor urut dua itu meraih 48,6 persen suara, diikuti Anies-Sandi 35,3 persen suara dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni 16,1 persen suara.
Anies mengatakan, kemenangan dengan angka di atas 90 persen adalah hal wajar. Namun, 542 TPS dengan kemenangan di atas 90 persen pada Pilkada DKI Jakarta baru pertama kali terjadi.
"Tiga kali pilkada di sini belum ada TPS yang angka kemenangannya lebih dari 90 persen," katanya.
Dia menilai sebuah fenomena unik, Anies menyebut hal ini bisa menarik bagi para ahli ilmu politik untuk menjadi studi kasus dan pembelajaran.
Djarot sebelumnya menyatakan bisa meraih kemenangan dengan jumlah suara 90 persen di 2.000 TPS. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan pemetaan dan pendataan yang dilakukan atas TPS-TPS di ibu kota.
Hal itu menurut Djarot bukan hal yang aneh. Sebab, kata dia, hal serupa juga pernah terjadi pada Pilkada 2012. Djarot berkata, saat itu pasangan Jokowi-Ahok berhasil meraih 90 persen suara di sejumlah TPS.
Djarot menyebut pasangan calon bisa meraih 90 persen suara di satu atau lebih TPS karena memiliki barisan pendukung yang loyal.