Pertanyaan ihwal kartu bansos disampaikan warga perempuan dari Jalan Potlot kepada Ahok, sapaan Basuki, dalam sesi tanya-jawab. Menurut pengakuannya, kartu bansos sampai saat ini belum dapat digunakan warga meski telah dibagikan sejak beberapa bulan lalu.
"Kartunya belum bisa dipakai. Padahal saya sudah ke bank, tapi kata banknya belum bisa," tutur warga.
Kartu BPNT adalah program pemerintah pusat yang diberikan kepada warga. Kartu itu dapat digunakan untuk membeli bahan pangan seperti beras, atau keperluan lain contohnya gas bersubsidi.
Menanggapi keluhan tersebut, Ahok pun berjanji akan mengecek kevalidan kartu warga terkait. Ia juga menjelaskan, saat ini ada dua kartu BPNT yang diterbitkan untuk membedakan warga berhak beras miskin dan tidak.
"Saya bilang ke Pak Jokowi, ngapain subsidi (beras) sekilo Rp7 ribuan, orang tidak mampu beli beras keluar duit lagi. Kenapa tidak kasih duit mentahnya saja. Nanti (kartu) yang ini dia boleh kemanapun belanja," katanya.
Kaka Slank menghibur warga di sela acara dialog bareng Ahok. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Ahok juga berjanji bakal mengangkat juru pemantau jentik (jumantik) atau pengurus PKK yang rajin menjadi Ketua Rukun Tetangga atau Rukun Warga. Nantinya, Ketua RT/RW di ibu kota dijanjikan memiliki penghasilan setara upah minimum provinsi (UMP) Rp3,3 juta.
"Nanti (jumantik atau PKK) yang rajin kami mau usulkan jadi RT/RW saja karena nanti mereka mau digaji setara UMP," ujarnya.
Menurut Dikin, selama menjadi gubernur Jakarta Ahok telah menjalankan tugasnya dengan baik. Salah satu keberhasilan Ahok di matanya adalah saat Pemprov DKI Jakarta mampu menggusur kawasan hiburan malam Kalijodo dua tahun lalu.
"Kalijodo dari dulu itu susah dibongkar tapi sekarang jadi bagus. Harapannya dia (Ahok) benar akan bikin RPTRA sama warung untuk warga," ujar Dikin.
Kaka Slank menghibur warga di sela acara dialog bareng Ahok. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)