Charta Politika: Elektabilitas Ahok Meningkat, Anies Stagnan

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Sabtu, 15/04/2017 14:14 WIB
Charta Politika: Elektabilitas Ahok Meningkat, Anies Stagnan Direktur Utama Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, Ahok-Djarot belum bisa dipastikan memenangkan Pilkada DKI meski unggul dalam survei terbaru yang dilakukan lembaganya. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Survei terbaru Charta Politika menyatakan elektabilitas pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat mengungguli Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Selain itu, survei Charta Politika juga menunjukkan tren peningkatan elektabilitas Ahok-Djarot dan tren stagnasi elektabilitas Anies-Sandi.

"Pasangan Ahok-Djarot memperoleh 47,3 persen. Sedangkan Anies-Sandi memperoleh 44,8 persen. Tidak tahu dan tidak menjawab sebanyak 19,3 persen," kata Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya di kantornya, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (15/4).

Survei berlangsung pada 7-12 April 2017 dengan melibatkan 782 responden yang memiliki hak pilih di Pilkada DKI Jakarta. Metode pengambilan data dilakukan lewat wawancara tatap muka dengan menggunakan kuisioner terstruktur.
Survei Charta Politika menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


Survei tersebut menyatakan elektabilitas Ahok-Djarot hanya unggul 2,5 persen dari Anies-Sandi. Namun, di sisi lain, Charta Politika juga menangkap tren elektabilitas Ahok-Djarot terus menanjak sejak November lalu.

Elektabilitas pasangan calon nomor urut dua itu tercatat di angka 31,1 persen pada November, 34,7 persen pada Januari, 41,0 persen pada Februari dan 47,3 pada April.
Sedangkan Anies-Sandi mengelami tren elektabilitas yang stagnan. Pasangan calon nomor urut tiga itu memperoleh 40,7 persen pada November, 45,2 pada Januari, 44,5 pada Februari dan 44,8 pada April.

Jika diperhatikan, kata Yunarto, tren elektabilitas yang menyisakan dua pasangan calon menarik. Selama empat bulan Anies-Sandi unggul atas Ahok-Djarot. Baru pada pekan ini Ahok-Djarot bisa menyusul Anies-Sandi.

"Kenaikan elektabilitas hampir sejalan antara Anies-Sandi dengan Ahok-Djarot di putaran kedua, karena Agus-Sylvi tidak ikut lagi," kata Yunarto.
Meski menunjukkan trend positif, Yunarto mengatakan pasangan Ahok-Djarot belum bisa dipastikan unggul karena selisih 2,5 persen masih dibawah margin of error. "Baru bisa dikatakan berimbang pada minggu ini," ujar Yunarto.