Sebanyak 7.218.254 pemilih Jakarta bakal menyebar menempati bilik-bilik suara di 13.034 tempat pemungutan suara (TPS). Setelah melalui serangkaian perang opini, argumentasi, gesekan, dan sejumlah suasana panas lainnya, keputusan harus diambil.
Pemilih hanya dihadapkan pada dua pilihan: Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Pada putaran pertama, pasangan Ahok-Djarot mengantongi 2.364.577 suara atau 42,99 persen; sementara duet Anies-Sandi 2.197.333 suara atau menguasai 39,95 persen suara pemilih.
Berdasarkan data KPU DKI Jakarta saat hari pencoblosan putaran pertama, 15 Februari, total pemilih mencapai 7.356.426. Dari jumlah itu, partisipasi pemilih mencapai 75,75 persen atau sebanyak 5.564.313 pemilih.
Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, berbagai upaya dilakukan, baik oleh KPU DKI sebagai penyelenggara pilkada maupun pasangan calon. Bagi KPUD, partisipasi pemilih akan dinilai sebagai poin positif bagi kinerja mereka.
Sementara bagi pasangan calon, partisipasi pemilih berarti memperkuat legitimasi sebagai gubernur dan calon gubernur terpilih.
Apa yang ditawarkan pasangan calon kepada pemilih Jakarta?
Dalam debat putaran kedua yang hanya satu kali digelar, 12 April lalu, mereka saling serang dan kritik program dilontarkan. Debat mengusung lima tema yaitu perumahan, transportasi, pelayanan publik, penataan pantai, dan UMKM.
Sebagai pasangan petahana, Ahok-Djarot secara spesifik telah memiliki data terkait kelima tema debat tersebut, dan tentu saja merealisasikan sejumlah program sebagai bagian dari kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Sehingga program kerja yang mereka tawarkan kepada pemilih DKI yaitu melanjutkan yang sudah terealisasi dan mengembangkannya. Di antaranya menyalurkan kredit kepada UMKM melalui Bank DKI, membangun Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), membangun tempat pengolahan sampah, menyelesaikan pembangunan trotoar.
Program kerja siapa yang dipilih warga Jakarta? Siapa yang bakal menjadi pemilik kursi panas DKI 1? Warga ibu kota akan menentukan nasib mereka untuk lima tahun mendatang, hari ini.
Ikuti perkembangan Pilkada DKI Jakarta di sini