DP Nol Rupiah Tak diminati, Sandi Sebut Perlu Perbaikan

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Selasa, 18/04/2017 22:06 WIB
DP Nol Rupiah Tak diminati, Sandi Sebut Perlu Perbaikan Calon Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengatakan perlu perbaikan penyampaian program rumah tanpa uang muka atau DP nol rupiah. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengatakan perlu perbaikan penyampaian program rumah tanpa uang muka atau DP nol rupiah. Pernyataan itu ia sampaikan menyusul survei lembaga Charta Politika yang menunjukkan program DP nol rupiah paling tidak diminati.

"Mungkin cara penyampaian kami yang perlu diperbaiki. Nanti kami yakin kalau diartikulasi jauh lebih baik pasti diminati," kata Sandi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/4).

Sandi mengatakan, pihaknya memiliki data internal terkait minat warga Jakarta terhadap program DP nol rupiah. Berdasarkan data itu, dirinya dan Anies Baswedan harus memperbaiki cara penyampaian program ke masyarakat.

Selain itu, data internal tersebut menunjukkan program DP nol rupiah belum diperkenalkan secara maksimal, capaian angkanya 42 persen. Sedangkan pengenalan program One Kecamatan One Center for Enterpreneurship (OK OCE) berada di angka 80 persen.


"Buat kami, akan ada sebuah proses yang harus kami bicarakan dengan pemangku kepentingan yang lain. Kami yakin dengan program ini, awalnya OK OCE juga pengenalan rendah kemudian mendapat sambutan hangat dari warga Jakarta," kata Sandi.

Sebelumnya, Diretur Eksekutif Charta Politika menjelaskan program DP nol rupiah yang digagas pasangan calon Anies-Sandi merupakan program yang paling tidak disukai. Hal itu ia sampaikan berdasarkan survei pada 7-12 April 2017.

"Sebanyak 17,1 persen menjawab tidak suka dengan program DP nol rupiah. Sedangkan program OK OCE tidak disukai sebanyak 1,9 persen dan tidak tahu tidak jawab sebanyak 81,0 persen," kata Yunarto di Kantor Charta Politika, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu pekan lalu.

Survei dilakukan pada 782 responden dengan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuisioner terstruktur. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.