Ko Siau Li yang tinggal di Glodok sejak kanak-kanak kaget ketika melihat sahabat masa kecilnya, Lina, mencoblos di sebelah bilik suaranya. Ibu dua anak itu berteriak histeris ketika melihat Lina selesai menggunakan hak suara.
"Tadi saya bikin orang kaget, langsung mejerit pas melihat dia, soalnya teman saya ini kok tiba-tiba muncul," ujar Li sambil merangkul Lina.
Suasana Pemungutan Suara Di TPS 9 Kelurahan Glodok. (CNN Indonesia/Tiara Sutari) |
"Dulu saya belanja sambil makan sama Li, tapi karena saya ikut suami, kami sudah enggak pernah main lagi, paling telepon sesekali tapi mahal karena telepon lintas negara," kata Lina seraya tertawa ke arah temannya.
"Saya mau menculik dia dua jam. Ngajak makan, soalnya dia bilang mau ke Singapura lagi, padahal gubernur yang menang saja nanti belum ditentukan ketika dia pergi," kata Li sambil tertawa.
Demi Hak Suara
Selama tujuh tahun terakhir, Lina tinggal di Singapura bersama suami dan tiga anaknya. Ia mengaku jarang pulang ke Jakarta.
Kedatangan Lina ke Jakarta tengah pekan ini khusus untuk menunaikan kewajibannya sebagai warga DKI Jakarta. Ia merasa harus berpartisipasi dalam Pilkada DKI 2017.
"Jelas saya ingin ikut mencoblos. Alamat saya masih di Glodok, saya punya rumah di sini," kata Lina.
Lihat juga:Setumpuk Pekerjaan untuk Gubernur Jakarta |
"Mereka memang bukan warga Glodok, jadi tidak ikut saya ke Jakarta," kata Lina.
Lina dan Ko Siau Li tidak berekspektasi secara berlebihan terkait pemenang di Pilkada DKI. Mereka hanya berharap, pasangan mana pun yang terpilih menjadi kepala daerah DKI akan melanjutkan pembangunan yang telah bergulir di ibu kota.
"Kalau Pak Ahok menang, berarti nanti Jakarta bisa terus bersih dan nyaman. Kalau Pak Anies yang menang, tidak apa, yang penting dia bisa melanjutkan program yang sudah bagus saat ini," kata Lina.
Pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga telah memproklamasikan pilkada damai. Mereka mengajak masyarakat Jakarta menghormati hasil pemungutan suara. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Pemilih hanya dihadapkan pada dua pilihan: Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Pemungutan suara akan digelar pukul 7.00 hingga sekitar 13.00 WIB. Setelahnya, panitia di setiap TPS akan menghitung perolehan suara secara manual sebelum menyerahkannya kepada penyelenggara pilkada di tingkatan yang lebih tinggi.
Lihat juga:Menentukan Pemilik Kursi Panas DKI 1 |
Suasana Pemungutan Suara Di TPS 9 Kelurahan Glodok. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga telah memproklamasikan pilkada damai. Mereka mengajak masyarakat Jakarta menghormati hasil pemungutan suara. (CNN Indonesia/Andry Novelino)