"Sebenarnya saya juga bingung mau diapain. Saya enggak mungkin bisa baca semua (satu-satu). Jadi, saya minta foto saja. Taruh di Facebook, biar saya lihatnya gampang," kata Ahok, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/4).
Kepala Biro Umum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Agustino Darmawan mengatakan semua karangan bunga yang ada di kompleks Balai Kota akan dibuang satu-persatu, saat kondisinya sudah tidak baik lagi.
Misal, kata Agustino, dia akan membuang saat sebagian bunganya sudah layu dan styrofoam yang menjadi dasar karangan bunga sudah mulai rontok. Namun, ia pun tidak akan melarang para warga yang sekiranya ingin memetik bunga-bunga tersebut.
Lihat juga:'Satu kekalahan Ahok, Seribu Bunga Merekah' |
Berbeda dengan pasangannya, Djarot Saiful Hidayat, yang tampak sangat sentimentil saat melihat apresiasi warga lewat ribuan karangan bunga, Ahok justru tampak sangat biasa.
Ahok masih terus mengembangkan senyumnya, berusaha ramah seperti biasanya. Namun tak sedikitpun ia berkaca-kaca.
Dengan nada nyeleneh, mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku, merasa khawatir, kalau nantinya akan muncul kabar tak sedap jika ia yang selama ini dikenal sangat cuek tiba-tiba menangis terharu di muka umum.
Seribu karangan bunga yang memadati kompleks balai kota. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja) |
"Kalau sudah hasratnya senang melayani warga, ya pasti rasanya biasa saja," kata Ahok.
"Saya tentu berterima kasih warga mau datang. Makanya saya (merasa) enggak enak kalau enggak ditemui. Senang juga bisa dengar pesan mereka, biar saya selalu sabar, tabah dan kuat," kata Ahok.
Seribu karangan bunga yang memadati kompleks balai kota. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)