"Kami tidak akan dibekukan, saya rasa kami berkontribusi besar pada perekonomian Indonesia dengan menciptakan lapangan pekerjaan," kata Fernandes saat merayakan keberhasilan anak usahanya menerbangkan lebih dari 300 juta penumpang sejak beroperasi pertama kali 2005 lalu, di Jakarta, Senin (10/8).
Menurutnya, AirAsia berperan dalam memajukan dunia pariwisata Indonesia dengan mengenalkan kota tujuan wisata baru selain Bali, seperti Bandung ke dunia internasional. Pasalnya industri pariwisata membutuhkan dukungan industri lain seperti perhotelan, restoran, dan penerbangan. Semakin maju daerah destinasi pariwisata juga akan memajukan perekonomian masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Let it go~ Let it go~" candanya yang dikirimkan kepada Jonan.
Lebih lanjut, Fernandes menegaskan AirAsia Berhad selaku induk usaha Indonesia AirAsia tidak akan membiarkan anak usahanya tersebut mengalami kesulitan dalam mematuhi aturan terkait kecukupan dana.
"Kami tidak bermasalah untuk memenuhi aturan (memperbaiki ekuitas) dan kami sedang dalam proses (memperbaikinya)," katanya. Hal tersebut sekaligus menegaskan komitmen AirAsia untuk terus berinvestasi di Indonesia.
Ditemui di tempat yang sama, Presiden Direktur Indonesia AirAsia Sunu Widyatmoko mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas perpanjangan waktu yang diberikan dari yang sebelumnya 31 Juli 2015 menjadi 30 September untuk memenuhi persyaratan ekuitas.
Perpanjangan waktu itu diperlukan maskapainya karena untuk melakukan suntikan dana harus mendapatkan persetujuan dari pemegang saham. Sunu yakin para pemegang saham Indonesia AirAsia mampu memperbaiki ekuitasnya sesuai waktu yang ditentukan.
"Mengenai instrumen (untuk memperbaiki ekuitas)-nya menurut saya tidak perlu saya sampaikan detail, tetapi yang perlu saya yakinkan adalah AirAsia pasti akan memenuhi apa yang diminta oleh Kemenhub,” kata Sunu. (gen)