Pertikaian yang menyebabkan parlemen terbelah antara Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat tak pelak ikut merugikan pemerintah sebagai mitra kerja DPR. “Kami minta DPR bersatu supaya kami enak ketika datang ke DPR. Jangan nanti ketika saya datang ke kubu sana, kubu sini marah. Sayang datang ke kubu sini, kubu sana yang marah,” kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Senin (3/11).
Menteri asal PDIP itu menyatakan musyawarah mufakat perlu dikedepankan demi kepentingan bangsa. “Masyarakat bisa marah kepada DPR karena berlambat-lambat (bekerja akibat terbelah),” ujar Yasonna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta jangan sampai ada pimpinan DPR tandingan. “Pimpinan tandingan tidak perlu ada. Harus ada musyawarah dan toleransi (untuk mencari solusi),” kata Kalla.
Pram tak mau membeberkan upaya-upaya apa yang sedang dilakukan kedua kubu saat ini. Namun upaya mediasi di balik layar ini dibenarkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat PAN yang juga Ketua MPR, Zulkifli Hasan. “Kadang lebih bagus semua berjalan diam-diam. Harus ada yang mengalah sedikit. Mengalah untuk kemenangan DPR dan bangsa,” ujarnya.
Sementara Saleh Husin, Ketua DPP Hanura yang juga Menteri Perindustrian Kabinet Kerja Jokowi, akhir pekan lalu menyambangi kediaman rumah pendiri PAN Amien Rais. Meski tak menyebut tujuan pertemuannya dengan Amien, Husin mengakui ada pembicaraan politik di antara mereka.
Seperti diketahui, Hanura merupakan bagian dari Koalisi Indonesia Hebat, sedangkan PAN berada di Koalisi Merah Putih. Komunikasi di antara kedua kubu diharapkan dapat memecah kebuntuan politik di DPR. Semoga.