“Semua DPD akan hadir, termasuk DPD II. Bukan cuma berapa persen, tapi semua hadir,” kata Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (27/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Idrus menyatakan telah menerima surat pernyataan dari DPD I Golkar yang berisi reaksi keras terhadap pembentukan Presidium. “DPD I bukan hanya menolak, tapi juga mengutuk Presidium. Presidium bukan untuk memperbaiki partai, tapi merusak partai,” ujar mantan anggota DPR itu.
Sementara Wasekjen Golkar Leo Nababan yang berada di kubu Agung Laksono menyatakan, Agung telah beberapa kali melakukan konsolidasi dengan DPD-DPD Golkar di daerah, sehingga mereka yakin akan banyak DPD Golkar yang tak hadir di perhelatan besar lima tahunan partai beringin itu.
Basis kekuatan Ical, menurut Leo, hanya berada pada DPD I Golkar tingkat provinsi yang berjumlah 34 suara. Sementara DPD II Golkar tingkat kabupaten/kota tidak mendukung Ical. Total suara DPD II ada 510.
Kubu Agung menentang Munas 30 November di Bali karena digelar lebih cepat dari rencana semula pada Januari 2015. Munas itu dianggap sebagai akal-akalan Ical untuk memenangkan kembali kursi ketua partai secara aklamasi. (Baca Nurdin Minta Golkar Tiru PDIP: Tak Ada yang Lawan Megawati)