Mereka punya ‘markas’ sendiri untuk tempat berkumpul. Kabarnya kubu Agung menginap di Hotel Melia, masih di kawasan Nusa Dua, tak jauh dari lokasi Munas Golkar di Westin. Namun tak ada satupun orang dari kubu Agung yang mau berterus-terang di mana mereka berdiam selama di Bali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu agak istimewa bila rekan-rekan sekubu Agung juga kebetulan berlibur di Bali sebagai turis pada waktu yang sama. Terlebih mereka memilih lokasi yang dekat dengan penyelenggaraan Munas, bahkan sekali waktu terlihat mondar-mandir di dekat Westin.
Semalam, terungkap bahwa beberapa orang dari kubu Agung sempat datang ke Hotel Westin untuk menghadiri pembukaan Munas. Namun mereka diusir oleh Panitia Munas. “Priyo sempat datang, tapi diusir. Mungkin karena dia (Presidium Penyelamat Partai Golkar) memecat Pak Aburizal dari ketua umum partai,” kata Ketua Mahkamah Partai Golkar, Muladi. (Baca: Tim Penyelamat Golkar Nonaktifkan Ical)
Hal tersebut dibenarkan oleh Zainal Bintang. Menurut dia, kubu Agung sesungguhnya bermaksud menghadiri Munas, namun ditolak masuk dengan alasan menjadi bagian dari Presidium Penyelamat Partai Golkar. Siapa-siapa saja yang telah bergabung dengan Presidium telah dicatat oleh Panitia Munas.
Namun Agung membantah hendak datang ke Munas Golkar di Bali. “Pokoknya saya tidak akan datang, sebab Munas tidak demokratis dan tidak sesuai Tata Tertib. Semua diarahkan untuk memenangkan Aburizal Bakrie,” kata dia.
Kubu Agung kemungkinan terbang ke Bali untuk melihat kans perdamaian antara mereka dengan Ical. Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung. Menurutnya, Agung dan Ical masih bisa berdamai sebelum tata tertib pemilihan ketua umum disahkan dalam Munas.
Tata tertib akan dibahas hari ini. Artinya, masih ada kesempatan bagi kedua kubu untuk berdamai. Akbar berharap dia bisa mempertemukan Agung dan Ical dalam satu atau dua hari ke depan, sebelum pemilihan ketua umum digelar Selasa malam atau Rabu (3/12).