"Kalau dilihat, seperti ada grand design untuk penjajahan lain di Indonesia. Setelah Amerika sudah tidak bisa masuk, sekarang orang-orang dari seperti Ahok yang bisa masuk ke Indonesia," ujar Ketua Umum FPI Muchsin Alatas kepada CNN Indonesia, Senin (1/12). (Baca juga: Jakarta Tak Kondusif Selama Ahok Gubernur)
Masyarakat, menurut Muchsin, seharusnya mempertanyakan siapa gerakan yang ada di belakang Jokowi-Ahok. Muchsin menyebut, tak hanya Ahok, akan tetapi Presiden Joko WIdodo juga dinilai telah melakukan pembiaran penjajahan oleh China.
"Siapa negara yang pertama kali dikunjungi setelah dia (Jokowi) dilantik sebagai Presiden? China, kan! Sekarang China juga sudah menggelontorkan utang uang kepada kita," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di-bebas-visa-kan China ke Indonesia jadi salah satu cara. Selain itu, disinyalir, sindikat pemalsuan e-ktp kan juga dari china. Sudah itu apartemen-apartemen yang ada di Jakarta sekarang sudah banyak dibeli orang china juga," ujarnya.
Karena itu, Muchsin memastikan, FPI bersama Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) akan mendatangi Balai Kota dan Gedung DPRD Jakarta hari ini. "Tidak hanya melawan Ahok, tapi kami juga melawan orang-orang di belakang Ahok. Dan hari ini, balaikota dan DPRD akan terkepung," kata Muchsin.