“Saya tidak tahu ada penyisiran. Tapi dalam urusan politik, itu biasa. Itu pasti politis,” kata Agung kepada CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung, Selasa kemarin (2/12), dipecat oleh Musyawarah Nasional IX Golkar di Bali. Selain Agung, ada delapan orang lainnya yang dipecat. Mereka semua masuk kubu Agung, dan mayoritas merupakan anggota Presidium Penyelamat Golkar.
Sementara anggota Presidium Penyelamat Golkar lainnya, Agun Gunandjar Sudarsa, juga tidak tahu Kantor Golkar disisir dan digeledah oleh aparat kepolisian. “Kami (Presidium) sedang menyelidiki maksud dan tujuannya,” ujarnya.
Kantor DPP Golkar sepekan terakhir ini ‘dikuasai’ oleh kubu Agung. Hampir setiap hari mereka menggelar rapat di kantor tersebut.
Soal penyisiran di Kantor Golkar, Kepala Bagian Operasi Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Yossie P. Priambodo mengatakan timnya sedang berpatroli untuk mencari benda-benda berbahaya.
“Patroli jalan kaki. Tujuannya memang di sekitar kantor DPP Golkar,” ujar Yossie.
Lingkungan di sekitar Kantor Golkar, kata Yossie, termasuk salah satu kawasan rawan di Jakarta Barat.