Wakil Ketua KPK Zulkarnain mengatakan sektor minerba merupakan ranah paling bermasalah dan rawan korupsi. Persoalan berasal dari karut-marut urusan perizinan kawasan hutan. Lahan kerap dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk memberikan izin yang tidak pada tempatnya.
Sumber persoalan itu, kata Zulkarnain, berkaitan erat dengan pengelolaan minerba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan penelusuran KPK sejak 2014 terhadap 10.900 izin usaha pertambangan (IUP) atau kuasa pertambangan (KP), 4.880 IUP dan KP masih belum jelas. Ribuan izin bermasalah lantaran masih banyak yang tumpang-tindih dan tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Penertiban atas izin tersebut pun berhasil. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) yang diterima Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari sektor minerba diklaim meningkat hingga Rp 7 triliun tahun ini.
"Padahal ekspor turun dan harga batu bara turun, tetapi penerimaan meningkat. Jadi penertiban ternyata sangat efektif," ujar Zulkarnain.