Belum diketahui jelas kaitan Susilo dengan kasus yang menyeret Bos Sentul City, Kwee Cahyadi Kumala. Namun, Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK menegaskan keterangan Susilo dibutuhkan sebagai kesaksian dugaan suap rekomendasi hutan Bogor.
"Yang bersangkutan dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi," kata Priharsa saat dikonfirmasi, Jumat, di KPK. Selain Susilo, ujarnya, KPK juga turut menjadwalkan pemeriksaan terhadap adik tersangka, Kwee Riyandi Kumala alias Allen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penanganan perkara korupsi dana Bansos Pemkob Bandung telah menjerat bekas Hakim Adhoc PN Tipikor Ramlan Comel sebagai tersangka. Terbukti bersalah, Ramlan lantas divonis 7 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung pada sidang putusan, Selasa (9/12).
Cahyadi tersangkut kasus tukar guling hutan Bogor karena diduga menyuap bekas Bupati Bogor Rahmat Yasin untuk mewujudkan ambisinya. Ijon itu diserahkan kepada Rahmat untuk mempercepat terbitnya rekomendasi tukar-menukar kawasan hutan atas nama PT BJA seluas 2.754 hektar. Pembebasan ribuan hektare lahan kawasan hutan diperlukan sebagai syarat pemanfaatan lahan 30 ribu hektar, Kota Mandiri.
Hingga kini Cahyadi masih mendekam dan menanti nasibnya di Rumah Tahanan KPK. Dia disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Cahyadi juga dijerat Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 karena diduga merintangi proses penyidikan.