Menurut pria yang akrab disapa Ahok ini, pemasangan CCTV yang bekerja sama dengan PT Bali Tower itu akan dilaksanakan bertahap. Tahun depan ditargetkan terpasang 2.500 unit. "Januari saya suruh pasang 500 dulu," ungkap Ahok, Jumat (12/12).
Pihak Bali Tower, kata Ahok, bakal bertanggung jawab penuh atas pemasangan CCTV beserta tiang penyangga. Itu artinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memiliki hak milik atas kamera tersebut. Ahok menolak pemberian dari Bali Tower lantaran menurutnya perawatan CCTV sangat sulit.
“PT Bali Tower pasang tiang, boleh dia pasang di semacam pohon palem segala macem. Mau kasih kameranya? Enggak, saya enggak mau. Saya pusing ngerawatnya," kata Ahok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Ahok juga meminta daya tangkap CCTV yang lebih baik. "Zoom kamera itu harus bisa sampai plat nomor mobil," katanya.
Ahok kemudian menceritakan pengalamannya sebagai korban korban ketidakamanan ibu kota. "Waktu masih bekerja di DPR itu spion saya pernah dipatahkan. Di Sawah Besar waktu itu," ungkap Ahok setelah menggelar rapat dengan PT Bali Tower di Balai Kota Jakarta.