Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Agus Rianto mengatakan, kedua terduga teroris yang dimaksud adalah Ahmad Wahyono alias Yono Adem dan Farid Ma'ruf alias Farid Tinombo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria kelahiran Kilo Sembilan, Poso, 1986 itu diduga mengetahui dan menyediakan tempat untuk merakit bom Polres Poso. Selain itu, dia diduga berperan sebagai bendahara dan pemasok logistik kelompok Santoso yang bermarkas di pegunungan.
Pria kelahiran Toli-Toli, 1982 itu diduga bersama tersangka Ahmad mengikuti pelatihan militer dan meracik bom Polres Poso. Dia juga menerima hasil pencurian sepeda motor terkait kegiatan terorisnya, berperan sebagai penerus bendahara Kelompok Santoso, dan melempar bom ke anggota polisi saat proses penangkapan Ustad Yasin dan Khalid di Kanyamanya, Poso.
Aksi peledakan bom di pelataran halaman Markas Polres Poso terjadi pada 3 Juni 2013. Pelaku bom bunuh diri ini, Zaenal Arifin alias Arif, tewas di tempat saat melakukan aksinya. Dia menaiki sepeda motor dalam melakukan aksinya ini. Dari arah luar, dia memacu kencang motornya untuk masuk ke areal Mapolres Poso.
Pelaku mengarahkan motornya ke kerumunan polisi yang sedang berkumpul sehabis apel pagi di Mapolres tersebut. Namun sebelum mencapai targetnya, ia sudah meledakkan bom yang menempel di badannya.