Munas Bali mendapuk Ical sebagai ketua umum dan Idrus Marham sebagai sekretaris jenderal. Selain itu, pimpinan Fraksi Golkar versi Ical di DPR yakni Ade Komaruddin. Sedangkan Hadi Susilo menjadi pimpinan Fraksi Golkar Ical di MPR. Adapun Munas Ancol menobatkan Agung Laksono sebagai ketua umum dan Zainuddin Amali sebagai sekretaris jenderal. Untuk pimpinan fraksi di DPR, Agus Gumiwang sebagai ketua, sedangkan Agun Gunandjar memimpin Fraksi Golkar di MPR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yasonna, dua kubu dalam PPP melaporkan pada hari yang berbeda. Kubu Romy mengajukan tak berselang lama sejak Muktamar Surabaya usai. "PPP beda, (kubu Suryadharma Ali) melaporkan lebih dari tujuh hari."
"Beda halnya kalau Munas tandingan yang sama-sama dilakukan dan dilaporkan hari sama. Ini membuat kami melihat bahwa (dualisme Golkar) harus diselesaikan di mahkamah partai," ujarnya.
PPP versi Muktamar Surabaya pada 15 Oktober mendapuk Romahurmuzy menjadi sebagai Ketua Umum dan Arsul Sani sebagai Sekretaris Jenderal. Sementara itu, kubu Suryadharma Ali mengadakan Muktamar VIII lain di Hotel Grand Sahid Jaya pada 30 Oktober lalu. Hasilnya, Djan Faridz didaulat sebagai Ketua Umum partai berlambang Kabah dengan posisi Sekretaris Jenderal dijabat oleh Achmad Dimyati Natakusumah.
Kubu Romy mengajukan susunan kepengurusan baru versi Muktamar Surabaya kepada Kemenkumham. Pada tanggal 28 Oktober, Kemenkumham mengeluarkan SK Nomor M.HH-07.AH.11.01 Tahun 2014 yang menetapkan PPP versi Muktamar Surabaya sebagai pengurus yang sah. Mendengar kabar tersebut kubu SDA langsung mengajukan gugatan terhadap SK tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara.