Menurutnya, bila dikelola dengan benar, maka rumah sakit dapat meraih keuntungan karena bekerja sama dengan BPJS. Bahkan dalam beberapa bulan semenjak digulirkannya BPJS, tidak sedikit rumah sakit swasta melakukan pembangunan dan penambahan fasilitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, meskipun dalam tahap awal implementasi BPJS menemukan banyak kendala, namun hingga saat ini tidak ada RS Swasta yang gulung tikar karena keikutsertaannya dalam BPJS. "Yang mengembirakan adalah RS swasta tersebut ternyata tidak mati."
"Yang mengerikan adalah bila RS asing yang nantinya mengambil peran lebih besar untuk implementasi program BPJS. RS swasta harus berani ambil peran lebih besar," katanya.
Di sisi lain, ditambahkan anggota DJSN lainnya, Soeprayitno masih banyak RS swasta yang belum mendapatkan sosialisasi soal penerapan program BPJS. "Akibatnya, mereka memandang BPJS belum memberikan margin yang positif, padahal tidak," katanya.