Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui pernyataan pada Jumat petang (19/12).
"Pemasangan sistem peringatan dini longsor menindaklanjuti perintah Presiden Jokowi dalam Sidang Kabinet Terbatas beberapa hari lalu," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam waktu 2 pekan kedepan sebanyak 20 unit alat sistem peringatan dini longsor dari UGM dan Badan Geologi akan segera dipasang di titik-titik rawan longsor di seluruh Indonesia. Sementara, 20 unit lagi akan menyusul dipasang pada Januari tahun depan.
Sutopo menjelaskan sistem yang nantinya akan dipasang terdiri atas beberapa bagian yakni, survei geologi, kelembagaan dan sosiobudaya, pembentukan tim siaga bencana di tingkat desa atau dusun, penyusunan prosedur evakuasi, pembuatan peta evakuasi, instalasi alat peringatan dini bersama masyarakat, gladi evakuasi dan membangun komitmen pemerintahan daerah dalam pengoperasian dan pemeliharaan sistem.
"Untuk itu harus ada jaminan kesanggupan dari Bupati/Walikota untuk mengoperasikan dan memelihara alat tersebut," kata dia.
Biaya untuk pemasangan alat peringatan dini, katanya, akan menggunakan dana siap pakai BNPB.