Menurutnya, potensi itu pun sudah ditangani dengan baik oleh pihak kepolisian sehingga tidak perlu dikhawatirkan. "Itu tidak mengurangi kewaspadaan kami dalam mengamankan hari raya ini."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dulu teror itu nyerang dulu meledakan kemudian diungkap, polisi dianggap hebat. Tapi sekarang kita lebih hebat karena menangkap mereka sebelum menyerang," tutur Sutarman.
Sementara Mabes Polri sendiri mengerahkan sebanyak 145.756 untuk operasi yang dijalankan terhitung 24 Desember hingga 2 Januari ini.
Pasukan tersebut dalam penugasannya akan dibagi ke dalam dua daerah prioritas. "Ini dilakukan atas dasar karakteristik keamanan dan kebutuhan masing-masing daerah," kata Sutarman.
Untuk prioritas pertama terdiri 12 kesatuan Polisi daerah (Polda) yang lebih membutuhkan pengamanan. Daerah tersebut adalah Pulau Jawa, Bali, Papua, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Maluku. Adapun 19 daerah sisanya termasuk ke dalam daerah prioritas kedua.
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mencermati sejumlah daerah berpotensi terjadinya gangguan keamanan pada masa perayaan Natal tahun ini. Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI Jeirry Sumampow menyebut ancaman gangguan keamanan terjadi di luar DKI Jakarta. “Kalau isu gangguan keamanan memang paling banyak di Jakarta tapi keamanan di Jakarta pada saat Natal tidak ada masalah,” ujar Jeirry saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (23/12).
Jeirry mencermati setiap perayaan Natal pihak kepolisian selalu mengerahkan personel dalam jumlah yang besar karena memang ada potensi gangguan keamanan terutama di luar Jakarta.