"Kami telah membuat posko darurat untuk menerima laporan masyarakat sekitar, terutama nelayan lokal, jika melihat tanda-tanda QZ8501," kata Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI F.H. Bambang Soelistyo kepada CNN Indonesia, Senin (29/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari kedua QZ8501 hilang, pencarian difokuskan pada 7 sektor koordinat di wilayah Kepulauan Bangka Belitung dan Selat Karimata di antara Sumatera dan Kalimantan yang menghubungkan Laut China Selatan dan Laut Jawa. (Baca: Basarnas Perluas Titik Pencarian AirAsia QZ8501)
Di Surabaya, Presiden Direktur PT Indonesia AirAsia, Sunu Widyatmoko, menyatakan maskapainya siap mengurusi seluruh keperluan keluarga penumpang QZ8501 yang sebagian kini sudah berkumpul di kota itu. QZ8501 diketahui lepas landas dari Bandara Juanda, Surabaya, sebelum hilang kontak.
Menurut Sunu, AirAsia sudah menghubungi seluruh keluarga penumpang yang tercatat dalam manifes penerbangan QZ8501. AirAsia juga membuka jalur komunikasi bagi para kerabat penumpang QZ8501.
Pesawat AirAsia QZ8501 membawa dua pilot, empat awak kabin, dan seorang mekanik. Di dalamnya terdapat pula 155 penumpang dengan rincian 138 penumpang dewasa, 16 anak-anak, dan satu bayi. Sebanyak 149 penumpang merupakan warga negara Indonesia, tiga Korea Selatan, dan tiga lainnya Perancis, Malaysia, dan Singapura.